Guru Lauq Indonesia Buka English Camp bagi Santri Madinatul Qur’an Lombok

Fose bersama antara Tim Guru Lauq dengan Pengurus Madinatul Qur'an Lombok serta santri

POROSRAKYAT.com – Guru Lauq Indonesia resmi membuka Program English Camp bagi santri jenjang SMP dan SMA di Pondok Madinatul Qur’an Lombok, Bunut Baok, Praya, Lombok Tengah, Selasa (28/7/2027).

Program tersebut menjadi implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok. Acara pembukaan dihadiri ketua yayasan, jajaran pengurus, para ustaz dan ustazah, peserta English Camp, serta rombongan Guru Lauq Indonesia.

Pembukaan program berlangsung antusias dan menandai dimulainya kolaborasi kedua lembaga dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris santri. Program ini mengintegrasikan pembelajaran bahasa dengan penguatan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman.

Bagi Guru Lauq Indonesia, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan kompetensi generasi muda. Sementara itu, Yayasan Madinatul Qur’an Lombok memandang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan pesantren agar mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global.

Dalam pelaksanaannya, Guru Lauq Indonesia menugaskan sejumlah tutor berpengalaman untuk mendampingi santri selama satu bulan penuh. Pendampingan berlangsung secara intensif melalui pembelajaran di kelas dan praktik komunikasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.

Para santri akan mengikuti beragam kegiatan, mulai dari speaking class, conversation, dan public speaking hingga diskusi kelompok, presentasi, permainan edukatif, serta praktik kepemimpinan. Mereka juga dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari untuk membangun keterampilan komunikasi secara aktif.

Founder Guru Lauq Indonesia, Dr. Hanapi, M.Si., mengatakan bahwa English Camp dirancang untuk menghadirkan lingkungan belajar yang mendorong santri menggunakan bahasa Inggris secara aktif sekaligus mengembangkan karakter, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi.

“Program ini merupakan ikhtiar membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren melalui pembelajaran dan praktik yang dilakukan setiap hari. Pembiasaan tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kemampuan komunikasi santri sekaligus menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan global,” ujar Hanapi.

Ia menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di pesantren perlu bertumpu pada pengalaman nyata, bukan sebatas penguasaan teori. Keterlibatan santri dalam aktivitas mendengar, berbicara, berdiskusi, dan berinteraksi setiap hari menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan berbahasa.

Menurut Hanapi, penguasaan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi generasi muda di tengah perkembangan globalisasi. Bagi santri, keterampilan tersebut dapat memperluas akses terhadap literatur internasional, membuka peluang melanjutkan pendidikan dan memperoleh beasiswa, serta mendukung penyampaian dakwah kepada masyarakat dunia.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren. Santri diharapkan memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan pesantren,” tambah Hanapi.

Melalui kerja sama ini, Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok berharap English Camp dapat melahirkan santri yang unggul dalam ilmu keislaman, terampil berkomunikasi secara internasional, serta memiliki karakter kuat. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan umat, baik di tingkat nasional maupun global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Beguru ala Sasak Warnai Peluncuran Program Belajar Aksara Guru Lauq Indonesia

Pemkab Lombok Timur Optimistis Data Bansos dan PBI JK Diperbarui

Pemkab Lombok Timur Bahas Verifikasi Berkas Bakal Calon Kades