Akses Informasi Keimigrasian Kini Lebih Dekat dengan Warga Lombok Barat

Acara peluncuran inovasi BALE Pekerja Migran Indonesia 
POROSRAKYAT.com – Kantor Imigrasi Mataram meluncurkan inovasi BALE-PMI (Bantuan Akses Layanan Edukasi – Pekerja Migran Indonesia) untuk memudahkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya mengakses informasi keimigrasian. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Keimigrasian di Ujung Landasan Restaurant, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (28/10/2026).

Inovasi ini mengedepankan kemudahan akses informasi melalui teknologi digital dan kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa. Melalui BALE-PMI, masyarakat diharapkan memperoleh informasi keimigrasian secara lebih cepat, praktis, dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Gunawan Kuntoro, menjelaskan bahwa BALE-PMI dikembangkan sebagai proyek percontohan (pilot project) di Kabupaten Lombok Barat. Inovasi ini bertujuan mendekatkan layanan informasi ke
imigrasian kepada masyarakat.

Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi calon pekerja migran dan keluarga PMI yang membutuhkan pemahaman mengenai berbagai urusan keimigrasian sebelum mengakses layanan lebih lanjut.

“BALE-PMI ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya pekerja migran dan keluarganya, agar lebih mudah mendapatkan informasi tentang keimigrasian,” jelasnya.

Gunawan menerangkan, pelaksanaan inovasi tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa. Kolaborasi ini diharapkan memperluas penyebaran informasi hingga ke pelosok desa.

Salah satu layanan yang disiapkan memanfaatkan kode respons cepat atau quick response code (QR code) untuk menghubungkan masyarakat dengan kanal komunikasi WhatsApp. Melalui kanal tersebut, warga dapat menyampaikan pertanyaan dan memperoleh informasi keimigrasian tanpa harus mendatangi kantor imigrasi terlebih dahulu.

“Melalui barcode atau QR code yang dipasang di desa-desa, masyarakat bisa langsung bertanya mengenai informasi keimigrasian melalui WhatsApp. Jadi, warga yang tinggal jauh dari kantor imigrasi tidak harus datang langsung hanya untuk mendapatkan informasi,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan Diskominfotik, camat, dan kepala desa dapat memperkuat penyebarluasan informasi layanan keimigrasian. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum mengurus layanan lebih lanjut.

Peluncuran BALE-PMI menjadi langkah untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi keimigrasian. Keterlibatan pemerintah hingga tingkat desa diharapkan membantu warga mengambil keputusan berdasarkan informasi dari kanal resmi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat H. Rizky Bani Adam, Kabid Pemdisan Sumirah beserta jajaran, Plh. Kepala Kantor Imigrasi Mataram Gunawan Kuntoro, para camat, serta kepala desa.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Kantor Imigrasi Mataram diharapkan memperluas edukasi keimigrasian dan menghadirkan akses informasi yang lebih dekat, praktis, serta bermanfaat bagi calon pekerja migran Indonesia dan keluarganya.

0 Komentar